Searching...

Popular Posts

Sabtu, 13 November 2010

Presiden Obama ke Indonesia

Obama ke Indonesia. Kedatangan Presiden AS Barack Obama didampingi Ibu Negara Michelle Obama ke Indonesia Selasa (9/11/2010) menjadi moment paling berharga. Disamping dari segi romantisme masa lalu 4 tahun berdomisili di Indonesia, kehadiran Obama di tanah air kita juga mengundang para pakar untuk angkat bicara. Pertanyaannya, apakah tujuan utama Obama ke Indonesia?

Presiden Obama ke Indonesia

Kedatangan Obama di Indonesia membawa 3 agenda dalam perjanjian kemitraan komprehensif, seperti yang dilaporkan Kompas. Pertama, di bidang investasi. "Kita perkuat hubungan investasi dan hubungan dagang karena dapat menciptakan hubungan yang lebih baik di antara kedua negara. Itulah sebabnya Indonesia menjadi pasar terbesar dan menggandakan pasar kita," kata Obama.

Kedua, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah AS akan lebih meningkatkan kerja sama pada program pertukaran pelajar dalam dua tahun. "Saya berterima kasih kepada Presiden SBY atas penambahan siswa AS di Indonesia," kata Obama.

Obama juga mendukung Indonesia untuk melanjutkan program pemerintah dalam hal perubahan iklim. "Tidak ada keraguan bahwa Indonesia akan berada di garis depan dalam memerangi perubahan iklim, dan kami senang bekerja sama dengan Indonesia," kata Obama.

Ketiga, Obama juga akan meningkatkan kerja sama di bidang keamanan, termasuk di bidang penanggulangan terorisme dan bajak laut.

Benarkah ketiga Agenda tersebut menjadi tujuan utama Obama ke Indonesia?. Walaupun kata Obama “Pulang Kampung nih” tetapi dia tetap masih membawa misi kenegaraannya.

Dari informasi sebelumnya bahwa dunia melirik Cina, India dan Indonesia. Hal ini disebabkan membaiknya perekonomian Indonesia yang menurut pengusaha Sandiaga Uno merupakan faktor keberuntungan, sedang di sisi lain terjadi keterpurukan ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat.

Sebelum Obama ke Indonesia, India menjadi tujuan kunjungan pertamanya. Selama 3 hari di India, kunjungannya menghasilkan kesepakatan perdagangan senilai US$ 10 Miliar. Artinya, akan tercipta sebanyak 54.000 peluang lapangan pekerjaan baru di AS. Baca juga Bisnis Syariah.

0 komentar:

Posting Komentar