Sabtu (17/12) pagi-pagi sekali saya sudah berkemas, dengan persiapan yang sedikit “double standard”, antara lain: odol dengan sikat giginya, sendal jepit, sepatu buat berolahraga, alat shalat, beberapa baju untuk esok harinya.
Setelah semua perlengkapan masuk dalam tas backpack, saya pun siap-siap untuk pamit kepada isi rumah, sayangnya baru istriku saja yang bangun, lha wong memang istriku-lah yang mempersiapkan semua perlengkapan tersebut di atas hehehe ...
Salmanita, anak sulung kami masih terlelap, begitu pula adiknya, Nadya masih tertidur. Jadinya, saya pamit pergi untuk mengikuti
“Sygma Fun Outting 2011” hanya kepada istriku seorang saja.
Sebuah acara yang merupakan janji beberapa teman, apabila proyek kratifnya berhasil dan menguntungkan maka akan ada acara tamasya ke luar kota. Sebuah doa dan pengharapan yang dikabulkan oleh sang maha Kuasa, Allah Swt.
Maka beberapa teman mencari tempat dengan pemandangan alam yang indah, namun masih seputar Bandung. Akhirnya, dipilihlah Bandung Selatan, tepatnya berada di villa yang terdapat di kaki gunung Puntang Dan acara ini dinamai...
“Sygma Fun Outting 2011”
Taklama, saya sampai di kantor, tempat yang disepakati untuk berkumpul sebelum berangkat ...
Setelah doa terpimpin, lalu pengecekan rombongan dengan mengabsen peserta #SygmaFunOutting2011, dirasakan beres dan takada masalah, kami pun siap untuk berangkat.
 |
| Berdoa - sebelum pelepasan dari kantor ke villa di kaki Gn. Puntang |
Khusus laki-laki, berangkat ke lokasi menggunakan sebuah truk yang biasa dipakai prajurit ABRI. Sementara sejumlah wanita menggunakan mobil yang dimiliki oleh kantor, minibus.
 |
| Keceriaan rombongan laki-laki menuju Indahnya Alam Gn. Puntang |
Tepat pukul 10 pagi, rombongan sudah sampai di villa Bougenville. Villa ini sengaja teman-teman sewa untuk bermalam hingga hari Minggu siang.
Lokasi villa tidak jauh dari pintu gerbang Wana Wisata Gunung Puntang. Villa ini memiliki luas area kira-kira 3 hektar. Dengan lahan seluas tersebut, pemiliknya mendirikan 4 bangunan villa, dengan balok-balok kayu mendominasi hampir keseluruhan bangunan.
 |
| Villa yang terdapat di Bougenville, kaki Gn. Puntang |
Indahnya Bandungku ... Memang tepat sekali penjudulan artikel kali ini, sebab Gn. Puntang memiliki panorama yang indah. Hal ini bisa saya buktikan melalui rekaman gambar hasil pemotretanku dan beberapa teman-teman yang turut serta dalam acara ini. Dengan keindahan alam di sekelilingnya, suasana alam memanjakan saya dan teman-teman menjadi semakin betah untuk bersenang-senang...
Keindahan alam kaki gunung Puntang, khususnya di sekitar villa memang patut diacungkan jempol. Saya lihat sungai Cigeureuh mengalir dengan derasnya, dan yang paling menyenangkan saya adalah air sungainya yang jernih. Kami pun taksegan-segan untuk turun dan nyebur ke sungai ... Keren banget!
 |
| Saking jernihnya kami pun taksegan untuk nyebur dan mengabadikan keindahannya. |
Hal ini takluput dari upaya manusia atau masyarakat di lingkungan sekitarnya yang bisa menjaga keindahan alam, termasuk hal sepele namun bisa berakibat bencana bila tidak digubris;
“Tidak membuang sampah ke sungai”.
Bebatuan yang tersusun secara alami, mulai dari batu yang besar -yang saking besar kami bisa duduk-duduk dengan santai- hingga bebatuan yang kecil menghiasi sungai yang membelah villa tempat kami ber-
having fun.
Jalan setapak sekitar villa yang dilalui pun senantiasa memberikan keindahan dan kenyamanan tersendiri, dengan udara segar sangat mendukung untuk berjalan-jalan dipagi hari...
 |
| Perhatikan jalan setapak dengan sekeliling alamnya yang asri : ) |
Begitu pun dengan jembatan bambu yang sangat memesona orang yang melaluinya, bambu teranyam dengan tali ijuk sebagai pengikatnya membuat beberapa teman pagi itu asyik berpose-ria ...
Hal lain yang taklupa kami lakukan adalah bersenang-senang dengan permainan perspektif saat berfoto. Dengan melakukan hal ini, foto bisa menipu yang melihatnya. Ya, istilahnya 'tipuan kamera' ... Untuk berfoto seperti itu, perlu koordinasi posisi antara objek terdepan dan objek di belakangnya. Sehingga foto bisa menghasilkan gambar yang 'menipu' mata. Lagi-lagi dengan suasana langit pagi hari yang cerah dan segar dan sungai dengan air yang jernih, kami berhasil melakukan tipuan-tipuan foto yang mengundang kelucuan :D
 |
| Untuk melakukannya, kami perlu koordinasi satu sama lain : ) |
Pesawahan, objek alam lainnya tidak ketinggalan kami 'hunting'... Pemandangan alamnya takkalah indah! Nampak hamparan sawah hijau dengan sedikit menguning pertanda padinya mulai berisi dan sebagiannya merunduk. Hal lain yang juga menarik ... Kami menjumpai segerombolan bebek yang sedang dilepas di alam bebas oleh pemiliknya, takjauh dari pesawahan.
 |
| Semakin berisi semakin merunduk : ) |
Yang saya sayangkan saat berada di acara,
“Indahnya Bandungku: Sygma Fun Outting 2011” ini adalah tidak adanya sinyal telepon, baik gsm ataupun cdma. Sehingga kegiatan komunikasi terputus, tidak bisa menelepon atau menerima telepon. Apalagi untuk melakukan browsing-
internet atau
nge-blog... Sayang banget.
Malam harinya kami menyalakan api unggun. Malam minggu saat itu terasa hangat dengan api mulai menyala dan menghangatkan, kamipun mulai melakukan aksi bakar ... Eits ... Jangan salah bukan sebuah aksi protes membakar diri seperti halnya Bouazizi atau Sondang Hutagalung! Kami hanya bakar jagung dan beberapa potong ayam.
 |
| Bakar jagung dan ayam... Kenyang! : ) |
Sebetulnya muncul kekhawatiran akan turun hujan sebab saat api mulai menyala datang gerimis tapi semua itu takberlangsung lama, semesta alam gunung Puntang saat itu mendukung sekali...
Alhamdulillah.
Acara yang sangat mengesankan sekali, baik keindahan alamnya serta kesigapan panitia yang bahu membahu, kompak sehingga acara ini berjalan dengan baik. Mulai dari mempersiapkan kendaraan, makan siang dan malam, penginapan, dan hal kecil yang takbisa disebutkan sangat memuaskan, SALUT!
Hingga pulang pun rasa puas masih nampak di setiap orang yang mengikuti acara;
“Indahnya Bandungku: Sygma Fun Outting 2011”.
 |
| Pulang Membawa Keceriaan :) |
Keindahan alam Bandung Selatan, gunung Puntang membuat kami betah. Tapi tetap waktu juga yang memisahkan kami. Senin, kami harus kembali menghadapi kegiatan rutin...
Untuk tetap menjaga keindahannya, Bandung perlu dipelihara kelestarian alamnya. Siapa lagi yang berperan kalau bukan kita penghuninya? Mulailah dari diri sendiri; sadar akan kebersihan lingkungan, di rumah, di kantor, di alam bebas di manapun kita berada agar senantiasa menjaga kebersihan untuk mewujudkan Indahnya Bandungku,
selamat berlibur! []