Searching...

Popular Posts

Senin, 22 November 2010

Harry Potter dan The Deathly Hallows Sukses di Tangga Box Office

Harry Potter 7. Pasti semuanya kenal dengan film ternama Harry Potter, sang penyihir remaja dari sekolah sihir Hogwarts. Siapapun yang telah membaca habis 7 bukunya tahu bahwa Harry Potter and The Deathly Hallows memiliki mood paling gelap dibandingkan 6 buku sebelumnya. Tampaknya mood ini berhasil diadaptasikan sutradara David Yates ke dalam filmnya, dan dikabarkan film Harry Potter and The Deathly Hallows Part 1 telah merajai tangga perfilman Box Office Amerika. Dimana pekan pertama penayangannya telah berhasil mengantongi keuntungan hingga $ 125,1 Juta.

Harry Potter and The Deathly Hallows part 1 telah ditayangkan Jumat (19/11/2010). Pihak Studio Warner Bros yakin bahwa animo masyarakat akan film ketujuh ini cukup besar. Melihat animo pecan pertama penayangannya sehingga sangat wajar jika pihak Warner memprediksi film ini akan sukses mengantongi hasil bisnis penjualan tiket US$ 1 Miliar.

Harry Potter dan The Deathly Hallows Sukses di Tangga Box Office

Harry Potter and The Deathly Hallows part 1 diawali dengan memperlihatkan kekacauan dunia sihir dan dunia muggle sepeninggal Dumbledore – Seri sebelumnya diakhiri dengan Kematian Albus Dombledore. Kementrian Sihir diambil alih Death Eater (alias Pelahap Maut), muggle dan penyihir "berdarah lumpur" ditangkap dan dibunuh, bahkan demi melindungi keluarganya, Hermione sampai harus menghapus dirinya dari ingatan kedua orang tuanya.

Ketegangan berlanjut di 30 menit pertama sudah ada satu tokoh yang tewas, dan satu lagi yang terluka parah. Bahkan pesta pernikahan Bill Weasley dengan Fleur Delacour pun tak berhasil menciptakan suasana suka cita di kediaman keluarga Weasley.

Dari situ, fokus film berpindah pada petualangan Harry, Ron, dan Hermione mencari dan menghancurkan horcrux. Horcrux adalah jimat berisi potongan jiwa Lord Voldemort -- total berjumlah tujuh buah -- yang jika semuanya berhasil dihancurkan, tamatlah riwayat Sang Pangeran Kegelapan. Tentunya mencari horcrux bukan hal yang mudah, karena tak ada satu pun dari mereka yang tahu apa bentuk horcrux-horcrux tersebut. Dan jika sudah berhasil ditemukan pun, tak ada yang tahu bagaimana cara menghancurkannya.

Situasinya makin rumit karena kali ini tiga sekawan penyihir ini tak mendapat bantuan sama sekali dari pihak luar, bahkan dari keluarga mereka sendiri. Harry dkk terpaksa tinggal di tenda, berpindah-pindah tempat supaya tak mudah terlacak. Maklum saja, wajah Harry sudah tersebar di seluruh penjuru kota dalam selebaran bertuliskan 'Wanted'.

Masalah juga timbul saat Ron -- yang diam-diam jatuh cinta pada Hermione -- merasa cemburu dengan kedekatan Harry dan gadis pujaannya. Beban Ron di perjalanan ini memang tak ringan. Bukan saja merasa tersisih dari Harry dan Hermione yang sering menghabiskan waktu bersama, Ron juga tak pernah melepaskan pendengarannya dari siaran radio gerilya. Radio ini tak memutarkan musik, melainkan memberi informasi tentang siapa saja penyihir yang dinyatakan hilang, dan siapa saja yang terbunuh.

Kelanjutan cerita Harry Potter and The Deathly Hallows part 1, yuk nonton di bioskop kesayangan Anda.. He.

0 komentar:

Posting Komentar