Searching...

Popular Posts

Kamis, 17 September 2009

FITRAH (Menyikap Hakikat, Potensi dan Jati Diri Manusia)

FITRAH (Menyikap Hakikat, Potensi dan Jati Diri Manusia) Judul : Fitrah, diterjemahkan dari al-Fithrah Karya : Murthadha Muthahhari Penerjemah : H. Afif Muhammad Penerbit : Lentera, Jakarta Allah SWT berfirman dalam Al-Quran : (Tataplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. (QS. ar-Rum : 30) Ibrahim berkata, "Sebenarnya Tuhan kamu adalah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya". (QS. al-Anbiya' : 56) Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. (QS. al-An'am : 79) Apabila langit terbelah. (QS. al-Infithar : 1) Langit (pun) menjadi terpecah-belah pada hari itu karena Allah. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana. (QS. al-Muzammil : 18) Fitrah (al-Fithrah) yang diberikan oleh Al-Quran adalah istilah penting yang belum pernah digunakan oleh bahasa dan literatur manapun sebelum Al-Quran. Sebagai konsep dasar, ia berkaitan dengan banyak hal yang menyangkut diri manusia : hakikat, potensi dan jati dirinya, yang tanpa mengetahuinya kita tidak bakal tahu tentang siapa diri kita. Ketidaktahuan inilah, antara lain yang menyebabkan umat manusia terperangkap dalam berbagai konsep yang keliru tentang diri manusia, yang pada akhirnya mengantarkan mereka pada banyak krisis kemanusiaan modern. Sebagai konsep yang untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Al-Quran, maka fitrah hanya bisa dipahami dengan melakukan pelacakan terhadap ayat-ayat Al-Quran itu sendiri. Itulah yang dilakukan Muthahhari pada buku ini. Dengan kecakapan yang tidak diragukan, Muthahhari menggali ayat-ayat Al-Quran untuk menyuguhkan pengertian fitrah, sumber dan hakikatnya; dan tentunya, analisis yang diberikan tidak terbatas pada teks-teks ayat suci. Jika pada karyanya yang lain beliau menunjukkan kemampuannya yang piawai dalam filsafat, maka kali ini Muthahhari membuktikan dirinya sebagai sarjana Muslim yang sangat paham tentang teori-teori sosiologi dan filsafat agama, sekaligus seorang pendidik sejati. Dengan jangkauannya yang demikian luas, buku ini tidak saja menyodorkan pemahaman yang tepat tentang jati diri manusia, tetapi juga memberikan jawaban mendasar atas berbagai pertanyaan yang menyangkut agama dan keberagaman, berikut sumber dari berbagai krisis kemanusiaan.

0 komentar:

Posting Komentar