Searching...

Popular Posts

Rabu, 20 Januari 2010

7 “C” dalam Manajemen Konflik

Setelah sibuk mengurus beberapa artikel yang ikut kontes blog/SEO yaitu Astaga.com Lifestyle On The Net dan Indonesia Java Internasional Destination, kali ini Leader Street kembali berbagi tentang manajemen konflik. Sebagai analogi, apakah anda mempunyai Peta atau pernah melihat dan memahami Peta?. Sebuah Peta akan memberikan rasa aman kepada kita jika melakukan suatu perjalanan, meskipun kita pernah tersesat. Peta dapat menjelaskan wilayah yang masih asing, yang tidak pernah terlintas di pikiran kita, namun kita ingin mengetahuinya maka dari itu kita mempercayakannya kepada Peta. Bicara Peta, kayak Anak Pencinta Alam nih.

Untuk manajemen konflik, terkadang menggunakan falsafah Peta. Penggunaan falsafah Peta ini merupakan creative thinking (berpikir kreatif) seperti pada artikel sebelumnya Model Manajemen Konflik. Pada setiap step manajemennya kita harus mengetahui kondisi awal (isu) dan dimana posisi kita, agar kita tidak hilang dari sebuah konflik. Oleh karena itu Dr. William Hendricks memberikan kesimpulan manajemen konflik itu terdiri dari 7 C. Mau tau...



Tujuh C dalam Manajemen Konflik sebagai berikut :

1. Characteristic (watak). Karakteristik yang spesifik merupakan yang umum pada semua konflik. Sekali anda menyadari karakteristi ini, anda dapat memetakan kawasan yang tidak dikenal dan meneliti kawasan itu.

2. Classification (klasifikasi). Konflik dapat diklasifikasikan. Jika anda mengidentifikasi konflik, ini memungkinkan untuk menyelesaikannya dengan strategi manajemen yang paling cocok.

3. Contructive (konstruktif). Tindakan positif adalah tanggapan yang paling baik atas peristiwa negatif. Pemenang mendapatkan kemenangan dan menejer yang baik adalah menejer yang produktif, bahkan selama terlibat dengan konflik.

4. Credibility (kredibilitas). Kredibilitas anda sebagai menejer meningkat bila isu-isu itu diselesaikan dengan konsisten dan penuh nalar. Dalam manajemen konflik satu yang hendak dicapai adalah meningkatkan kredibilitas melalui penyesuaian strategi manajemen konflik dengan strategi bisnis modern.

5. Conditional (persyaratan). Tidak ada dua konflik yang sama. Orang berganti dan juga isu yang menjadi pangkal konflik. Sifat-sifat yang melandasi konflik menjadi penting untuk diketahui sehingga anda dapat mengembangkan berbagai macam model dan mampu menyesuaikan diri dengan demikian bisnis yang berubah.

6. Care (perhatian). Ketakutan adalah respon ilmiah untuk melakukan perubahan dan konflik, tapi ketakutan ini tidak perlu merintangi keseharian anda. Hendaknya memperhatikan bisnis anda dan orang-orang yang bekerja sama dengan anda, Unsur emosi dari manajemen konflik cepat mengundang reaksi emosional yang tidak menyenangkan, akan tetapi ini juga harus dapat dikelola dan dikembalikan.

7. Constrain (kendala). Sumber-sumber eksternal dibutuhkan pada ssat tertentu untuk menjaga segala sesuatunya tetap berada dalam perspektif. Faktor kendala mendorong anda untuk menggunakan tim intervensi saat konflik mengalami ekskalasi dan sampai pada tingkat yang membahayakan.

Jadi 7 C Manajemen Konflik dapat anda gunakan untuk mengelola konflik dalam kehidupan anda. Menghilangkan ketakutan mengitari konflik dan menganggap konflik sebagai komoditas yang dapat dikelola. Sebagai pelengkap baca juga 5 Model Manajemen Konflik. Tapi perlu di ingat pesan spritual Gede Prama bahwa Kekalahan dan kemenangan adalah keindahan tergantung cara kita memaknai kekalahan.

0 komentar:

Posting Komentar