Searching...

Popular Posts

Selasa, 16 Juni 2009

KAMPANYE TERBUKA CAPRES/CAWAPRES DAN KASUS TKI

Kampanye terbuka dalam pilpres telah dilaksanakan, saling serang isu dan program mulai terjadi. Ada yang mengatakan bahwa lebih cepat lebih baik, ada juga lebih cepat dan tepat, serta ada pula peduli terhadap kaum terpinggirkan, petani dan nelayan serta pedagang kecil. Ada jargon program ekonomi kerakyatan, ekonomi kreatif, hentikan utang luar negeri, pendidikan dan kesehatan gratis, sampai pada masalah pertahanan dan keamanan. Inilah sebagian dari beberapa hot program lainnya yang akan digunakan untuk menarik simpati dan partisipasi rakyat untuk menentukan siapa yang terbaik dan menjadi The Winner.



Selain dari itu, kejadian mengenai penganiayaan TKI juga semakin tersorot oleh media saat ini. Penganiayaan TKW Siti Hajar disiksa majikannya, Sumarsi luka di sekujur tubuhnya karena siraman air panas dan ironisnya Nurul Widayati TKW asal Ngawi Jawa Timur ditemukan gantung diri di rumah majikannya di Selangor Malaysia. Dan masih banyak lagi TKW lainnya yang mencari nafkah di Negeri Jiran Malaysia memiliki nasib yang sama.



Kejadian di atas harus menjadi renungan khusus oleh para Capres/Cawapres, siapapun nantinya yang terpilih lebih memperhatikan akan rakyat kecil/terpinggirkan, mengenai kesempatan kerja dalam negeri serta pendidikan bagi rakyat yang berada pada usia kerja. Jadi di masa yang akan datang tidak terjadi lagi penganiayaan warga negara kita (TKI) di negeri orang, karena mereka memiliki kesempatan bekerja dan berkarya di negeri sendiri.



Pasal 27 ayat 2 UUD 1945 telah menegaskan hal bahwa "tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan". Dari naskah tersebut, maka negara harus lebih serius untuk memperhatikan tentang pekerjaan dan kehidupan yang layak bagi warga negara dan menjadi tantangan pemerintah (Presiden/Wapres) untuk merealisasikan tuntutan UUD 1945.



Langkah awal, pemerintah harus segera melakukan pembelaan terhadap warga negara yang teraniayah dan sedang mencari nafkah di negeri orang, utamanya di negeri Jiran Malaysia. Melakukan pertemuan kenegaraan membahas masalah yang menimpa TKI secara persuasif agar tidak menimbulkan ketegangan dan rusaknya kerjasama kedua negara. Dan jika memungkinkan dilakukan pemulangan TKI-sebagian atau seluruhnya-dan memberikan kehidupan yang layak di tanah air sendiri.



Selanjutnya pemerintah harus membuka dan memperluas akses pekerjaan dan bisnis melalui berbagai program, atau dengan program ekonomi kerakyatan, ekonomi kreatif yang telah di perjuangkan oleh ketiga kandidat Capres/Cawapres. Memberikan deskripsi potensi ekonomi dan pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan, memupuk jiwa kewirausahaan, akses permodalan yang mudah tanpa agunan dan dengan suku bunga rendah/tanpa suku bunga, serta akses pasar yang terkontrol sehingga tidak terjadi persaingan pasar yang tidak sehat ataupun praktek monopoli.



Jadi Capres/Cawapres yang terpilih nantinya harus menyatukan tekad untuk berbuat suatu hal terbaik bagi rakyat. Suatu hal yang membuat rakyat merasa tentram, aman, mendapat keadilan dan mengurangi kesenjangan sosial ekonomi demi terciptanya cita-cita negara kita.

0 komentar:

Posting Komentar