Searching...

Popular Posts

Kamis, 30 April 2009

ADIKKU DAN HIDUPNYA

Mendung menutupi potensi dirimu
Kolaborasi zaman Asingkan jiwa ragamu
Senyum lugumu termainkan khianat
Melangkah maju menuju titik kecerahan dunia

Denyut nadimu pinta kebebasan
Pembuluh darahmu tersumbat kemunafikan
Imajinasimu dimatikan kebutuhan
Melangkah maju mencari kebenaran dunia


Adikku...
Engkau terninabobokkan dongeng palsu
Terlena melihat dan mendengar keindahan semu
Terjerat lingkaran hitam tak kenal manusia
Terseret rantai emas berujung senjata
Tanpa cinta kasih dan tanggung jawab

Adikku...
Sungguh hebat tubuh mungilmu itu
Sungguh besar kekuatan bertahanmu itu
Tapi...kasihan perasaan dalam hatimu
Terjamah...ucapan tanpa realita
Terikat Janji dari tahta berinti dusta

Akankah dunia cukup damai
dan adil untuk...
Menyongsong senyum manis mereka?

Makassar, April 2005
Abdul Muththalib

0 komentar:

Posting Komentar